APPTHI Gelar Pertemuan Nasional, Wajibkan Adaptasi Tata Kelola dan Kurikulum Hadapi Gempuran Teknologi
Forum pimpinan fakultas hukum se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) dengan tegas menyepakati pentingnya percepatan adaptasi teknologi dalam tata kelola dan kurikulum pendidikan tinggi hukum.
Tema dan Pembukaan Acara
Pertemuan Nasional APPTHI tahun ini digelar di Kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Padang, pada 13–15 November 2025 dengan mengusung tema: “Peningkatan Kualitas Tata Kelola dan Pengembangan Pendidikan Tinggi Hukum dalam Menjawab Perkembangan Teknologi.”
Acara dibuka oleh Rektor Universitas Bung Hatta dan dilanjutkan sambutan Ketua Umum APPTHI, Prof. Dr. Edy Lisdiono, SH., MH. yang menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan agar lulusan hukum tetap relevan.
Arah Kebijakan dan Akreditasi
Pada sesi pertama, Dr. Ismail Hasani, SH., MH. Staf Khusus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan arah kebijakan pemerintah dalam tata kelola kampus berbasis digital.
Dari BAN-PT, Prof. H. Johny Najwan, SH., MH., Ph.D. memaparkan pentingnya integrasi teknologi dalam sistem akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi hukum.
Tata Pamong dan Kurikulum OBE
Dr. Anton F. Susanto menegaskan bahwa tata pamong kampus harus adaptif, progresif dan berkelanjutan.
Dr. Marcella sebagai Ketua Tim Penyusunan Pedoman Kurikulum OBE, menyampaikan bahwa OBE wajib diterapkan demi kesiapan lulusan hukum era 4.0.
Kegiatan ini diorganisasi oleh Dr. Sanijar Febri Haryati, SH., MH. di bawah koordinasi Sekjen APPTHI, Prof. Iwan Satriawan, SH., MCL., Ph.D.
Disambut Gubernur Sumatera Barat
Para peserta disambut dalam acara Gala Dinner oleh Gubernur Sumatera Barat di Istano Gubernur. Suasana penuh kehormatan dan kehangatan menjadi wujud apresiasi pemerintah daerah terhadap komitmen APPTHI dalam memajukan pendidikan hukum.
Penutup: Budaya Minangkabau
Rangkaian acara ditutup dengan menikmati kuliner khas Minangkabau melalui tradisi Makan Bajamba di Rumah Makan Baramas sebagai simbol kebersamaan dan filosofi adat Minang.