APPTHI Menilai KPK sudah belajar dari praperadilan Ketua DPR Setya Novanto (SN) yang pertama untuk menghadapi praperadilan Novanto yang kedua kalinya.

Sidang perdana praperadilan Ketua DPR Setya Novanto akan digelar pada Kamis 30 November mendatang. Namun jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih dulu melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) maka praperadilan Novanto akan gugur.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) Faisal Santiago menyebut, KPK sudah belajar dari praperadilan Ketua DPR Setya Novanto (SN) yang pertama untuk menghadapi praperadilan Novanto yang kedua kalinya.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) Faisal Santiago mengatakan, banyak pelajaran yang dapat diambil oleh KPK saat menghadapi praperadilan yang pertama melawan Novanto.

“KPK sudah mengakui bahwa pembelajaran praperadilan pertama jangan terulang di praperadilan kedua,” kata Faisal kepada INILAHCOM, Selasa (28/11/2017).

Seperti diketahui, pada praperadilan pertama yang diajukan oleh Novanto, pengadilan menyatakan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan KPK terhadap Ketua Umum Golkar itu tidak sah. Sehingga KPK dituntut untuk sangat berhati-hati untuk kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Namun begitu, Faisal menilai proses dipraperadilan merupakan tidak masuk dalam substansi kasus hukum yang disangkakan kepada Novanto.

“Saya pikir pelajaran praperadilan pertama kita ketahui praperadilan itu bicara pada proses bukan bicara materil,” tandas Faisal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *