Jakarta, EDITOR.ID,- Delegasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Profesi Hukum Indonesia (APHI) pada 12-18 September 2017 akan melakukan lawatan ke Rusia. Kedatangan asosiasi yang diketuai DR. Ahmad Sudiro, S.H., M.H., M.M tersebut atas undangan Association of Lawyers Russian (ALR) yang selama ini telah menjalin kemitraan dengan APHI.
Selain itu, kedatangan 14 orang delegasi APHI di Rusia utamanya juga untuk menghadiri Kazan Legal International Forum 2017 yang diselenggarakan di Kazan, Republic of Tatarstan, Federasi Rusia pada 14-16 September 2017. Dimana, APHI akan menjadi salah satu narasumber untuk mempresentasikan perkembangan hukum di Indonesia.
“Disana APHI diminta menjadi salah satu narasumber, ada 300 peserta dari berbagai negara yang akan hadir di acara internasional conference tersebut,” ujar Ketua Umum Asosiasi Profesi Hukum Indonesia Dr Ahmad Sudiro kepada wartawan di kampus Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (6/9/2017)
Dalam acara ini, menurut Ahmad, para pengacara terkemuka, perwakilan bisnis, konsultan, dan pembuat kebijakan dari seluruh dunia akan bertemu untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan terakhir di sektor hukum dan ekonomi di masing-masing negara dan wilayah mereka,
Para delegasi juga mendiskusikan prospek kerja sama dengan pihak Association of Lawyers Russian (ALR). Dalam rangka Forum, sebuah sesi diskusi round table discussion bilateral berjudul: Model of National Lawyers Association Functioning: Russian and Indonesian Experience will be held between the two association
Selain menghadiri Konferensi Internasional, APHI juga melakukan serangkaian pertemuan dengan mitra dari pihak di Rusia, antara lain pimpinan sejumlah perguruan tinggi hukum di Rusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia.
“Di Rusia nanti kami akan mengunjungi beberapa universitas untuk menandatangani MOU dengan mereka, kami juga akan bertemu dengan Duta besar RI di Rusia,” kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara ini.
Dalam pertemuannya dengan pihak KBRI di Rusia nanti, delegasi APHI akan melakukan diskusi dan penjajakan mengenai pengembangan kerjasama. “Diskusi ini untuk membuka peluang-peluang kerjasama apa yang bisa dilakukan untuk kemanfaatan bersama,” katanya.
Selain pertemuan bersama KBRI Moskow, APHI rencananya akan melakukan serangkaian pertemuan penting dan menandatangani tiga MoU dengan berbagai universitas seperti: Kutafin Moscow State Law University, Law Faculty Moscow State University dan Kazan Law Faculty Kazan Federal University.
Tidak semata menjalin kerja sama dengan universitas, delegasi APHI pada kunjungannya kali ini juga akan menandatangani MOU dengan Association of Lawyers Russian (ALR) untuk menjalin kerjasama lebih nyata lagi.
Ahmad Sudiro menilai penting kunjungan APHI ke Rusia. “Jadi pertemuan di Rusia nanti tentunya banyak membawa kemanfaatan untuk APHI. Pertama APHI sendiri selalu terus mengembangkan network dan kemitraan dengan berbagai asosiasi lawyer dari berbagai negara,” papar Doktor jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.
Salah satunya, lanjut Ahmad, dengan pihak Asociation of Lawyers Russian (ALR). APHI juga menjajaki kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di berbagai negara. Hal itu dalam rangka menjalin dan meningkatkan kemitraan dan kerjasama melalui MOU dan implementasinya.
“APHI sebagai wadah para profesi hukum di seluruh Indonesia memang perlu melihat dan mengambil peluang-peluang kerja sama dengan sejumlah negara di dunia,” tutur Ahmad.