Jakarta, 22/8 LEI – Asosiasi Penyelenggara Program Studi Ilmu Hukum Indonesia (APPSIHI) bekerja sama dengan Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia dan Universitas Borobudur menyelenggarakan Lokakarya Prodi Hukum Indonesia Ke-2 lanjutan dari pertemuan pertama di Universitas Riau 22 Juli 2017.

Tujuan acara ini supaya ada persamaan kurikulum di semua Prodi Ilmu Hukum supaya nanti saat ada pertukaran dosen, penyampaian tetap sama. Acara ini adalah harmonisasi visi, misi, tujuan, profil lulusan, capaian pembelajaran kurikulum Prodi Hukum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).
Mewakili APPSIHI Dr. H Jawade Hafidz, S.H., M.H., mengatakan pentingnya disertakan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan profile lulusan. Jadi nanti lulusan perguruan tinggi men
dapatkan 3 surat yakni ijazah, transkip nilai dan SKPI. Dalam rangka itu dirumuskanlah profile lulusan. SKPI nanti dikeluarkan oleh Prodi bekerjasama dengan asosiasi seperti Asosiasi Profesi Hukum Indonesia (APHI), Peradi, KAI, AAI maupun lembaga atau asosiasi profesi yang lainnya. Skill khusus yang tercantum dalam SKPI semisal pelatihan legal audit, legal drafting, proses beracara dan lainnya yang dilakukan selama 36 jam yang menjadi ciri dari prodi Hukum.
Prof. Dr. Faisal Santiago, Ketua Program Doktor Universitas Borobudur mengatakan nantinya akan diadakan tukar doesen mengajar, untuk itu kurikulum harus disamakan sehingga Dosen dari Sulawesi jika mengajar di Jakarta bisa sama dalam penyampaian materi. Lokakarya ini supaya terjadi persamaan persepsi dan penyeragaman materi ajar.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber Dr. H Jawade Hafidz, S.H., M.H. (FH Unisula – Ketua Umum APPSIHI) dan Prof.Dr.Hj. Mella Ismelina Farma Rahayu, SH.M.Hum (Guru Besar Fakultas Hukum di Universitas Islam Bandung – Dewan Kehormatan APPTHI).
boleh tau klo mw ngadain acara kyak gtu dananya dari mna ya??
Prodi huku yg ada di seluruh indonesia atau bgaimna klok iya kok gak ada undangn ke kmpus sya. Kan ada fkultas hukumnya.?