Tingkatkan Kualitas Penelitian Hukum, APPTHI ‘Berguru’ ke Eropa Barat

Kunjungan APPTHI untuk penelitian melalui program join research dengan kampus Utrecht Belanda dan belajar tata kelola di bidang penelitian dengan kampus Leiden yang dikenal sebagai kampiun dari berbagai kegiatan penelitian berkelas dunia.

Sebagai bentuk dari tindak lanjut kerja sama yang selama ini terjalin dengan kampus-kampus Eropa Barat, Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum se-Indonesia (APPTHI) kembali melakukan kunjungan kerja ke beberapa kampus di Belanda dan Perancis, seperti Utrecht dan Leiden. Selain itu, berkunjung ke beberapa institusi, seperti Kedutaan Besar RI di Paris, serta European Court of Human Right di Strasbourg Perancis mulai tanggal 8 hingga 16 Oktober 2023.

Dalam kesempatan ini, Dosen Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul yang juga Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Kelembagaan APPTHI, Dr. Wasis Susetio menjadi ketua delegasi dari pimpinan kampus seperti rektor, wakil rektor , dekan, wakil dekan, dan kapala program studi 6 kampus di Indonesia yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Sekolah Tinggi Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA), Sekolah Tinggi Hukum Sultan Alam, Banjarmasin, dan Universitas Palopo Sulawesi yang semuanya berjumlah 38 peserta.

Wasis menjelaskan kunjungan kali ini membawa misi dan tujuan untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang tridharma perguruan tinggi. Pertama, penelitian, melalui program join research dengan kampus Utrecht Belanda. Kedua, belajar tata kelola di bidang penelitian dengan Leiden yang memang dikenal sebagai kampiun dari berbagai kegiatan penelitian berkelas dunia.

Wasis yang juga mantan Dekan FH Esa Unggul menjelaskan kebutuhan fakultas-fakultas hukum di Indonesia saat ini bukan melulu melakukan penelitian sebagai suatu kewajiban beban kerja dosen (BKD) bagi para dosen, tetapi lebih jauh harus memiliki upaya untuk  meningkatkan standard kualitas penelitian.

“Perlu ada semacam benchmarking terhadap tata kelola kegiatan penelitian dari kampus-kampus yang unggul di bidang riset hukum di dunia untuk mengetahui parameter penelitian yang berkualitas unggul,” ujar Wasis dalam keterangan tertulisnya yang diterima Hukumonline, Minggu (15/10/2023).

Dalam kesempatan kunjungan ke kampus Utrecht dan Leiden pada tanggal 10 oktober 2023 itu, Dekan FH Universitas Trisakti Dr. Siti Nurbaiti mengatakan disamping persoalan anggaran, perlu capacity buiding dan budaya riset di kalangan sivitas akedemika. Dengan demikian, tercipta ekosistem penelitian yang menjadi modal bertumbuhnya kualitas dan kuantitas penelitian.

Salah satu pengajar Universiteit Leiden sedang memberi penjelasan terkait Criminal Law Research.

Dalam kesempatan pertemuan di Utrecht, para peserta mendapatkan gambaran tentang progress dari kerja sama join research yang diawali dengan penulisan proposal yang diantaranya dilakukan oleh FH Esa Unggul, FH Trisakti, UMI Makasar dalam satu kolaborasi konsorsium join research dengan supervisi oleh peneliti-peneliti di Utrecht Law School.

Sementara di Leiden, peserta mendapatkan masukan tentang kegiatan penelitian di Leiden yang saat ini lebih mengarusutamakan penelitian socio-legal ketimbang penelitian doctrinal. Penelitian di Leiden juga melibatkan disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan obyek penelitian.

Sebagai informasi, kunjungan kali ini juga menghadiri pertemuan dengan Dubes RI untuk Perancis Muhamad Oemar pada tanggal 12 Oktober 2023. Dalam kesempatan audiensi tersebut, Dubes mengusulkan agar fakultas hukum melakukan penelitian dan menulis di jurnal tentang persiapan Indonesia menjadi anggota OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) dengan meneliti peraturan perundang-undangan yang ada melalui persepektif parameter regulasi OECD agar ditemukan gap analysis oleh para peneliti hukum.

Terakhir peserta mengunjungi European Court of Human Right di Perancis pada tanggal 14 Oktober 2023 untuk mendapatkan berbagai referensi tentang ECHR dan kasus-kasus HAM yang terjadi di Eropa serta menanyakan kemungkinan kerja sama untuk penelitian dengan ECHR yang memiliki banyak ahli-ahli HAM kelas dunia.

Scroll to Top